Minggu, 30 September 2012

mitosis akar bawang (Allium cepa)


LAPORAN PRAKTIKUM
MITOSIS AKAR BAWANG
Di Susun oleh :
Kelompok 3
Tina Novasari                          1111016100046
Muhammad Noorismail          1111016100051
Dessy Amalia                          1111016100062
Veronica Ribka Holia             1111016100066
Nor hidayati                            1111016100067
Tommy Hidayat                      1111016100082
Indah El Karim                       1111016100085

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2012


A.    Tujuan
Setelah selesai melakukan pengamatan, mahasiswa diharapkan mampu :
1.   Membuat bagan tahapan penyediaan squash ujung akar dengan acetocarmine untuk
     memperlihatkan proses mitosis
2.   Menjelaskan setiap fase yang terjadi pada proses mitosis
3.   Mengetahui tahapan proses mitosis pada akar bawang bombay
                       
B.     Dasar Teori
         Tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut juga dengan mitosis. Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar  inti sel dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua organisme. mitosis memiliki beberapa tahapan meliputi profase metafase, anafase, dan telofase.
         Mitosis terjadi di dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel – sel yang hidup terutama sel – sel yang tumbuh (ujung akar dan ujung batang). Proses pembelahan sel secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik dan bertujuan untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti secara berturut – turut. Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus menerus.
         Kemampuan organisme untuk memproduksi jenisnya merupakan salah satu karakteristik yang paling bisa membedakan antara makhluk hidup dan makhluk mati. Kemampuan yang unik untuk menghasilkan keturunan ini, seperti semua fungsi biologis memiliki dasar seluler (Campbell,1999).
         Pada makhluk hidup tingkat tinggi, sel somatik (sel tubuh), kecuali sel kelamin mengandung satu sel kromosom yang berasal dari induk betina bentuknya serupa dengan yang berasal dari induk betina. Maka sepasang kromosom tersebut disebut dengan kromosom homolog. Oleh karena itu jumlah kromosom dalam sel tubuh dinamakn diploid (2n). Sel kelamin (gamet) hanya mengandung separuh dari jumlah kromosom yang terdapat dalam sel somatik, karena itu jumlah kromosom dalam gamet dinamakan haploid (n). Satu sel kromosom haploid dari satu spesies dinamakan genom (Suryo,1996).
         Setiap makhluk hidup terjadi mulai dari sebuah sel tunggal yang disebut zigot, akan tetapi perbesaran dan perbanyakan dari sel tunggal itu sangat diperlukan agar makhluk itu mencapai ukuran yang semestinya. Pembelahan sel lengkap dibedakan atas dua proses yaitu: pembelahan inti sel (karyokinesis) dan pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Makhluk yang membiak secara seksual mengenal dua macam pembelahan inti, yaitu pembelahan biasa (mitosis) dan pembelahan reduksi (meiosis) (Suryo,2001).

























C.     Alat dan Bahan
1.Mikroskop
2.Kaca objek
3.Kaca penutup
4.Kaca arloji
5.Jarum preparat
6.Pisau atau silet

7.       Lampu spirtu
8.       Akar bawang Bombay
9.       Botol bermulut besar
10.   Alkohol 70%
11.   Asam asetat 1 M
12.   Larutan acetocarmine

IMG00251-20120914-1554.jpg    IMG00252-20120914-1554.jpg    IMG00253-20120914-1555.jpg
               IMG00258-20120914-1557.jpg    IMG00259-20120914-1557.jpg    IMG00255-20120914-1556.jpg
IMG00256-20120914-1556.jpg    IMG00257-20120914-1557.jpg    IMG00263-20120914-1558 - Copy.jpg
IMG00262-20120914-1558.jpg    IMG00261-20120914-1557 - Copy.jpg    IMG00264-20120914-1600.jpg


D.    Langkah Kerja      
1.      Sebelum praktikum dilaksanakan,  bawang  direndam selama 6 hari diatas botol aqua gelas yang berisi air.
2.      Pada praktikum ini paling baik menggunakan  akar yang sedang  aktif tumbuh dengan  panjang sekitar 2,5-5 cm.
3.      Memotong ujung akar dengan panjang 3-4 cm dan meletakannya pada kaca arloji yang berisikan asam asetat 1M selama 30 menit.
4.      Kemudian mengganti asam asetat dengan larutan acetocarmine dan panaskan diatas nyala lampu spirtus sampai mencapai suhu kira-kira 60žC (jangan sampai mendidih).
5.      Setelah itu memindahkan potongan ujung akar tersebut keatas kaca objek yang telah ditetesi acetocarmine.
6.      Memotong-motong akar ujung akar dengan silet.
7.      Menutup sediaan dengan kaca penutup.
8.      Membalik dan memegang di antara ibu jari dan telunjuk, kemudian teka sambil sedikit didorong (squash).
9.      Memeriksa sediaan tersebut menggunakan mikroskop  dengan perbesaran lemah (10x10).
10.  Melanjutkan pengamatan  dengan perbesaran kuat (10x45 atau 10x63).








E.     Hasil Pengamatan

       Perbesaran 10 x 10/0,25                                   

F.     Pembahasan
         Sebelum mengamati sel-sel akar tersebut dibawah mikroskop, potongan-potongan akar tersebut harus melalui beberapa perlakuan, yaitu harus direndam di dalam asam asetat selama 30 menit, hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam memotong tudung akar bawang bombay (Allium cepa), karena dengan pemberian asam asetat dapat memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya, tudung akar akan terlihat lebih putih dibandingkan bagian lain dari akar bawang bombay (Allium cepa), pemberian asam asetat ini juga dapat melunakkan dinding sel sehingga memudahkan dalam memotong
         Perlakuan berikutnya adalah pemberian acetocarmin, Acetocarmin adalah salah satu pewarna yang sering digunakan karena mudah didapat dan penyerapan warna yang lebih cepat. Fungsinya adalah untuk memberi pigmen warna pada kromosom dan sel-sel akar bawang agar mudah untuk diamati.
         Berdasarkan hasil pengamatan di bawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10/0,25 maka diperoleh gambar seperti di atas. Gambar tersebut menunjukkan sel pada akar bawang bombay sedang berada pada fase interfase, hal ini ditunjukkan dengan inti sel yang tampak keruh, belum menunjukkan aktifitas pembelahan tahap berikutnya dan dinding sel masih tampak jelas.
         Interfase adalah waktu sibuk bagi sel untuk berkembang biak, di mana persiapan yang rumit untuk pembelahan sel yang akan terjadi. Fase interfase terbagi menjadi 3, yaitu :
1. Fase gap satu (G1)
    Pada fase ini terjadi beberapa kegiatan yang mendukung tahap – tahap berikutnya,
    yaitu:
a. Transkripsi RNA
b. Sintesis protein yang bermanfaat untuk memacu pembelahan nukleus
c. Enzim yang diperlukan untuk replikasi DNA
d. Tubulin dan protein yang akan membentuk benang spindle
Periode untuk fase G1 membutuhkan waktu yang berbeda – beda antar individu.
Adakalanya G1 membutuhkan waktu 3 – 4 jam, namun ada juga yang tidak
mengalami fase G1 ini, hal ini terjadi pada beberapa sel ragi. Beberapa ahli lebih suka
menggunakan istilah G0 untuk situasi tersebut.
2. Fase Sintesis (S)
Pada fase ini terjadi replikasi DNA dan replikasi kromosom, sehingga pada akhir dari
fase ini terbentuk sister chromatids yang memiliki sentromer bersama. Namun,  masih
belum terjadi penambahan pada fase ini. Lamanya waktu yang dibutuhkan pada fase
ini 7 – 8 jam.
3. Fase Gap dua (G2)
Pada fase ini terjadi sintesis protein – protein yang dibutuhkan pada fase mitosis,
seperti sub unit benang gelendong, pertumbuhan organel – organel dan makromolekul
lainnya (mitokondria, plastid, ribosom, plastid, dan lain – lain). Fase ini
membutuhkan waktu 2 – 5 jam.
         Saat mengamati preparat di mikroskop, kami merasa kesulitan dalam  melihat tahapan mitosis yang terjadi pada akar bawang bombay ini, sehingga fase yang kami dapat amati hanya fase interfase karena menurut teori yang kami dapatkan proses mitosis pada akar bawang merah terjadi pada pukul 00.00 WIB. Proses mitosis pada tanaman umumnya terjadi selama antara 30 menit sampai beberapa jam  dan merupakan bagian dari suatau proses yang berputar dan terus-menerus (melalui fase-fase yang terus berjalan). Jadi berdasarkan hipotesa kami, proses mitosis pada akar bawang tidak terlihat dengan jelas karena pengambilan preparat akar bawangnya dilakukan pukul 13.30 WIB yang pada saat itu akar bawang tidak mengalami penbelahan.  Tidak semua tanaman mitosisnya terjadi pada malam hari, waktu terjadinya mitosis tergantung pada spesies tanaman yang bersangkutan. Contohnya tumbuhan paku, mitosis pada tumbuhan paku tidak terjadi pada malam hari, melainkan siang hari.
         Sedangkan Proses terjadinya mitosis sebenarnya terbagi ke dalam 5 fase, yaitu interfase, profase, metafase, anafase dan telofase, seperti tampak pada gambar berikut :
1. Interfase
    Inti sel Nampak keruh dan tampak benang- benang kromatin yang halus.
2. Profase
     Benang- benang kromatin memendek dan menebal. Terbentuklah kromosam. Tiap
kromosom membelah dan memanjang membentuk kromatid, membrane inti mulai
menghilang
3. Metaphase
    Kromosom- kromosom menempatkan diri di bidang tengah dari sel.
4. Anafase
Sentromer membelah dan kedua kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju
kutub dari sel yang berlawanan. Tiap kromatid hasil pembelahan itu memiliki sifat
yang sama dengan sel induknya, sejak saat itu kromatid-kromatid tersebut menjadi
kromosom baru.
5. Telofase
Di tiap kutub sel terbentuk stel kromosom yang identik. Selaput gelendong inti   lenyap
dan dinding inti terbentuk lagi. Kemudian plasma sel terbagi lagi menjadi dua bagian,
proses tersebut dikenal sebagai sitokinesis. Pada sel tumbuhan sitokinesis ditandai
dengan terbentuknya dinding pemisah di tengah- tengah sel.















G.    Pertanyaan dan Tugas (diskusi)
1.   Gambarkan dan tentukan tahapan-tahapan mitosis yang dapat saudara amati : profase, metaphase, anaphase, dan telofase seperti pada gambar dimuka!
     Jawab       :

berdasarkan gambar hasil pengamatan kami yang terlampir di pembahasan sebelumnya, akar bawang bombay pada saat itu berada pada fase interfase.

2.   Pada umumnya sel-sel yang saudara amati ada dalam fase mana?
     Jawab       :
     Interfase
3.   Jelaskan apa yang terjadi pada tahapan mitosis : Profase, metaphase, anaphase, telofase!
     Jawab       :
     a.  interfase :inti sel nampak keruh dan tampak benang-benang kromatin yang halus, kromosom yang di duplikasi pada fase S belum bisa terlihat secara individual karena belum terkondensasi. (Campbell, 2008 : 248)
     b. profase : benang-benang kromatin memendek dan menebal, terbentulah kromosom. Gelendong mitosis mulai terbentuk, tiap kromosom terduplikasi nampak sebagai kromatid identik yang tersambung pada sentromernya dan sepanjang lengannya oleh kohesin  (kohesi kromatid saudara) (Campbell, 2008 : 248)
     c. metafase : metafase merupakan tahap mitosis yang paling lama, sering kali berlangsung sekitar 20 menit (Campbell, 2008 : 249). Kromosom-kromosom menempatkan diri di bidang tengah dari sel.
     d. anafase : anafase merupakan tahap pembelahan yang paling singkat terjadi, biasanya hanya beberapa menit (Campbell, 2008 : 249). Sentromer membelah dan kedua kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju kutub dari sel yang berlawanan. Tiap kromatid hasil pembelahan itu memiliki sifat yang sama dengan seinduknya, sejak saat itu kromatid-kromatid tersebut menjadi kromosom baru.
     e. telofase : di tiap kutub selter bentuk sel kromosom yang identik. Selaput gelendong inti leyap dan dinding inti terbentuk lagi. Kemudian plasma selter bagi lagi menjadi dua bagian, proses tersebut dikenal sebagai sitokinesis. Pada sel tumbuhan sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah di tengah-tengah sel.
4.   Mengapa terjadi proses mitosis?
     Jawab       :
     tujuan dari pembelahan mitosis adalah mewariskan semua sifat induk kepada kedua sel anaknya karena mitosis menghasilkan sel anak yang identik, regenerasi dan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.
5.   Mengapa ujung akar bawang digunakan untuk mempelajari mitosis?
     Jawab       :
     akar bawang digunakan untuk mempelajari mitosis dengan alasan karena akar bawang memiliki kromosom yang besar, jumlah kromosomnya tidak terlalu banyak, sehingga lebih memungkinkan untuk mendapatkan hasil percobaan yang lebih baik, mudah didapatkan, dan mudah dilakukan (membuat preparat dan meneliti jaringannya) dan karena akar merupakan salah satu jaringan yang sel-sel penyusunnya adalah sel-sel somatik, khusus pada ujung akar terdiri dari sel-sel yang bersifat  meristematik, yaitu sel-selnya selalu aktif membelah, sehingga diharapkan fase-fase mitosis dapat diamati secara lengkap.
6.   Apa yang membedakan antara pembelahan mitosis pada sel tumbuhan dan sel hewan?
     Jawab       :
     sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan myosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan di ekuator pada membrane sel sehingga kedua sel anakan menjadi terpisah dan dihasilkan dua sel anak (sel melekuk kedalam). Pada sel tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah di tengah-tengah sel.
7.   Di bagian manakah pada tumbuhan akan anda temukan banyak sel yang akan melakukan proses mitosis?
     Jawab       :
     Proses mitosis akan banyak ditemukan pada bagian-bagian sel somatik yang bersifat meristematik yaitu ujung akar dan ujung batang.


H.    Kesimpulan
Setelah melakukan pengamatan ini makan dapat disimpulkan beberapa hal, antara lain:
1. Pembelahan mitosis terjadi pada jaringan meristem yang sifatnya meristematik, pada tumbuhan jaringan ini terdapat pada ujung akar dan batang.
2.  Pembelahan mitosis terbagi dalam 5 fase, yaitu interfase, profase, metaphase, anaphase dan telofase.
3. Akar bawang digunakan untuk mempelajari mitosis dengan alasan karena akar bawang memiliki kromosom yang besar, jumlah kromosomnya tidak terlalu banyak, sehingga lebih memungkinkan untuk mendapatkan hasil percobaan yang lebih baik, mudah didapatkan.
4. Berdasarkan hasil pengamatan, tampak bahwa akar bawang bombay pada saat itu tengah mengalami fase interfase.









Daftar Pustaka
Campbell. 1999. Biologi jilid 1 edisi kelima. Erlangga: Jakarta
Crowder L.V. 1993.Genetika Tumbuhan Yogyakarta : Gadjah Mada UniversityPress
Kimball. 1998. Biologi. Erlangga: Jakarta
Listiawan, Dwi Andi. dkk. 2009. Potensi Ekstrak Etanolik Daun Tapak Dara(Catharanthus roseus (l.) G. Don.) Sebagai Alternatif PenggantiKolkhisin Dalam Poliploidisasi Tanaman
Litbang News: DepartemenPenelitian dan pengembangan. Edisi Januari-Maret 2009.
Pai, Anna C. 1985.Foundations Of Genetics: A Science Society Singapore:McGraw-Hill Book 
Pratiwi, D.A. 2004. Penuntun Biologi Jakarta: Erlangga
               Suryo. 2001. Genetika Manusia. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta
Suryo H. 1995. Sitogenetika Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Swastika, Anak Agung Gde Raka Ardian dan Tuty Arisuryanti. 2009.
Karakterisasi Kromosom Bawang Merah Kultivar Samas (AlliumascalonicumL.cv. Samas).Genetics News: Karyotype OrganismeIndonesia. Departemen Penelitian dan Pengembangan.
Ali, Muhammad Iqbal. 2007. “Fase Mitosis Akar Bawang”http://iqbalali.com/2007/04/15/7. Diakses tangal 17 September 2012
Gilberth, Perth A. 2005.Animated meiosis Yale University : America.http://www. Grad. Thrush. Edu/courses//histo/notes//female.html.diakses. 17 September 2012



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar